Friday, February 3, 2017

Konfigurasi DNS Server di Debian 8

Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua
Kali ini saya akan berbagi ilmu tentang:

Konfigurasi DNS Server di Debian 8






A.Pengertian
  Domain Name System (DNS) adalah hirarkis sistem penamaan desentralisasi untuk komputer, jasa, atau sumber daya yang terhubung ke Internet atau jaringan pribadi. Ini asosiasi berbagai informasi dengan nama domain ditugaskan untuk masing-masing entitas yang berpartisipasi. Paling mencolok, itu menterjemahkan lebih mudah menghafal nama domain ke numerik alamat IP yang dibutuhkan untuk tujuan menemukan dan mengidentifikasi layanan komputer dan perangkat dengan protokol jaringan yang mendasarinya.Dengan menyediakan, didistribusikan di seluruh dunia layanan direktori ,Domain Name System merupakan komponen penting dari fungsi Internet, dan telah digunakan sejak tahun 1980-an. Ini diciptakan pada tahun 1983 oleh Paul Mockapetris.

Delegasi tanggung jawab menetapkan nama domain dan pemetaan nama-nama ke sumber daya internet dengan menunjuk Domain Name System server nama otoritatif untuk setiap domain. Administrator jaringan dapat mendelegasikan otoritas atas sub-domain dari ruang nama yang dialokasikan untuk server nama lainnya.Mekanisme ini menyediakan didistribusikan dan kesalahan layanan toleran dan dirancang untuk menghindari satu database pusat yang besar.

Domain Name System juga menentukan fungsi teknis dari basis data layanan yang pada intinya. Ini mendefinisikan protokol DNS, spesifikasi rinci dari struktur data dan pertukaran komunikasi data yang digunakan dalam DNS, sebagai bagian dari Internet Protocol Suite.Secara historis, layanan direktori lainnya sebelumnya DNS tidak terukur ke direktori besar atau global mereka awalnya didasarkan pada file teks, jelas yang HOSTS.TXT penyelesai.

Internet memelihara dua pokok ruang nama , hirarki nama domain  dan Internet Protocol (IP) ruang alamat.The Domain Name System mempertahankan hirarki nama domain dan menyediakan layanan terjemahan antara itu dan ruang alamat. Internet nama server dan komunikasi protokol . Mengimplementasikan Domain Name System  Sebuah server nama DNS adalah server yang menyimpan catatan DNS untuk domain; server nama DNS merespon dengan jawaban query terhadap database-nya.

Jenis yang paling umum dari catatan yang disimpan dalam database DNS adalah untuk mulai dari Authority (SOA), alamat IP (A dan AAAA), SMTP email penukar (MX), nama server (NS), pointer untuk reverse DNS lookup (PTR), dan nama domain alias (CNAME). Meskipun tidak dimaksudkan untuk menjadi database tujuan umum, DNS dapat menyimpan catatan untuk jenis data baik untuk pencarian otomatis, seperti DNSSEC catatan, atau untuk permintaan manusia seperti orang yang bertanggung jawab (RP) catatan. Sebagai database tujuan umum, DNS juga telah digunakan dalam memerangi email yang tidak diminta (spam) dengan menyimpan daftar blackhole real-time. Database DNS secara tradisional disimpan secara terstruktur file zona.

B.Latar Belakang
  Latar belakang saya karena untuk mempermudah komunikasi antara user dengan komputer diperlukan DNS, karena dalam dunia internet, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali IP Address-nya, bukan domainnya. Akan tetapi, manusia jauh lebih sulit dalam mengingat angka-angka dibanding dengan huruf.  Untuk itulah diperlukan installasi dan konfigurasi DNS dalam sebuah server, sehingga akan memudahkan client untuk mengakses suatu data/informasi dengan hanya mengetikkan domainnya saja, bukan IPnya.


C.Maksud dan Tujuan
  Maksud dan Tujuan saya agar lebih mudah mengakses sesuatu melalui browser dengan mengetikkan nama domainnya saja


D.Jangka Waktu
  Jangka waktu saya dalam konfigurasi dan memahami DNS Server ini sekitar 2 Jam


E.Alat dan Bahan
1.PC atau Laotop
2.Debian Server
3.Koneksi Internet


F.Langkah Kerja
1.Pastikan anda telah meremote Debian Server anda melalui terminal dan masuk ke superuser dan pastikan hostname anda sama dengan yang dijadikan DNS





2.Pastikan hostname anda di network interfaces sama dengan domain yang akan anda buat DNS



3.Pertama kita instal telebih dahulu bind9 dengan perintah
#apt-get install bind9



4.Masuk ke directory bind dengan mengetikkan perintah
#cd /etc/bind



5.Kemudian kita masuk konfigurasi named local dengan mengetikkan perintah
#nano named.conf.local



6.Tambahkan baris berikut ini ke bagian bawah setelah //include "/etc/bind/zones.rfc1918"; :
//include "/etc/bind/zones.rfc1918";
zone "brianadit24.net" {
type master ;
file "/etc/bind/db.smk";
};
zone "11.168.192.in-addr.arpa" {
type master ;
file "/etc/bind/db.192" ;
};



7.Kemudian copy database local ke database smk dan copy database 127 ke database 192 dengan mengetikkan perintah
#cp db.local db.smk
#cp db.127 db.192



8.Kemudian masuk konfigurasi db.smk dengan mengetikkan
#nano db.smk
kemudian edit seperti ini:
dan pastikan localhost diganti dengan nama domain anda
9.Kemudian konfigurasi db.192 dengan mengetikkan  
#nano db.192
kemudian edit seperti ini:
dan pastikan localhost diganti dengan nama domain anda 

10.Kemudian kita restart bind9 dengan mengetikkan perintah
#/etc/init.d/bind9 restart

11.Masuk konfigurasi /etc/resolv.conf dengan mengetikkan perintah  
#nano /etc/resolv.conf
dan tambahkan:
nameserver (ip address debian)
nameserver (ip gateway)
search (nama domain anda)

12.Kemudian kita restart network kita dengan mengetikkan perintah
#/etc/init.d/networking restart

13.Kemudian kita cek domain kita aktif atau tidak dengan mengetikkan perintah
#nslookup (nama domain anda)

14.Masuk ke Web Browser lalu ketikkan domain anda dan jika berhasil maka seperti gambar berikut





G.Referensi
-https://www.google.com/search?q=dns+wiki
-https://en.wikipedia.org/wiki/Domain_Name_System
-Konfigurasi Debian Server versi BLC Telkom
-Teman-teman BLC Telkom Klaten



H.Kesimpulan
  Kesimpulan saya kali ini konfigurasi DNS harus diperlukan ketelitian agar tidak terpental ke mercusuar


Sekian dari saya,jika ada salah ketik maupun hal lain yang tidak berkenan mohon maaf sebesar-besarnya

Terima Kasih
Wassalamualikum Wr.Wb

No comments:

Post a Comment